Sepi Menjijikkan


Waktu disudut kanan layar laptopku menunjukkan pukul 00.24. heningnya malam yang sudah beranjak menjadi pagi menyelimuti rumahku. Saat itu aku sedang mengerjakan tugas akhir kuliah pada bagian konsep operasional. ditengah konsentrasi yang sudah menguras isi kepalaku yang telah ditempa selama empat tahun dibangku perkuliahan, tiba-tiba aku merasa canggung karena disaat yang sama ayahku sedang menonton sebuah acara yang menurutku menjijikkan lantaran semuanya sudah diseting sedemikian mungkin dengan menyajikan masalah masalah rumah tangga.

"Selain dengan anaknya, saya juga pernah berhubungan badan dengan mbak sri (istri dari kakaknya)... Dia memaksa saya ketika saya sedang tidur, dia juga sepertinya tertarik dengan saya ketimbang suaminya sehingga membuatnya bercerai dengan suaminya yang juga merupakan kaka kandung saya"

Seketika perasaan geli sekaligus menjijikan mengalir di seluruh tubuhku lantaran mendengar dialog seseorang yang dalam acara itu sedang dihipnotis oleh asisten pembawa acara. perasaan menjijikkan ini barangkali disebabkan karena acara itu ditonton oleh ayahku ketika juga berada dalam satu ruangan yang sama dengannya.

Menurutku ini adalah momen yang paling absurb yang sangat menjijikkan. Sebenarnya aku ingin beranjak dari ruangan itu namun ditahan oleh tugas akhir yang menumpuk.
Sepertinya malam itu berpihak kepadaku, berselah sekitar 60 detik, acara itu diptong oleh sebuah iklan komersil yang menyelamatkan diri dari rasa menjijikkan ini. Kesempatan itu lantas tidak aku sia-siakan, kuambil remote tv dari samping kursi yang berada di depan TV. Secepat mungkin kutekan nomor-nomor yang ada disana tanpaku tau angka apa yang aku tekan.

Sebernarnya ini bukanlah sebuah momen yang menjijikkan terlebih apabila tontonan itu tayan ketika aku sedang dalam situasi kongkow-kongkow dengan teman sekarib. Barangkali dialognya mungkin akan kami tambahkan dengan dialog yang lebih syurr lagi. Maklumlah… hasrat jiwa muda yang sulit dikontrol terlebih ketika melihat lawan. Momen ini membuatku berpikir dua kali untuk berada menonton tv pada tengah malam yang hening ketika anggota keluarga ada yang belum tidur. Tapi sudahlah bagiku momen pada malam itu sudah cukup menjijikkan, aku rasa cukuplah pada malam itu saja.

digo rivai

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Copyright @ 2013 101artikel.