Tampilkan postingan dengan label Belajar Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Menulis. Tampilkan semua postingan

Pengertian Novel, Unsur Novel

gambar buku 101artikel
Novel... Sebagian besar orang pasti pernah mendengar kata novel, novelis, fiksi, non-fiksi, atau bahkan diantar pembaca blog ini pernah mempunyai cita-cita menjadi seorang novelis terkenal. sebut saja seperti JK Rowling, Charles Dickens, George Orwel juga yang barangkali orang tua kita di rumah juga mengenalnya yaitu William Shakespeare. Menjadi seorang novelis tentunya bukanlah hal yang mudah, tapi setiap pasti bisa menjadi novelis.

Pada postingan kali ini saya belum akan membahas tentang materi-materi yang berat tentang karya sastra novel, terlebih dahulu mundur kebelakang untuk mengenali dasar-dasar dari karya sastra novel. Harapannya dengan adanya artikel ini pembaca dapat memahami dasar-dasar sastra novel sebelum melangkah kejejang selanjutnya dalam teknis pembuatan novel seperti, apa itu elipsis, apa itu premis, tips-tips jitu lancar menulis novel.

Pengertian Novel

Novel adalah sebuah karangan prosa panjang yang memuat rangkaian cerita kehidupan seseorang serta memiliki watak, tokoh, serta alur atau yang lebih akrab kita kinal dengan unsur interinsik dan juga unsur eksterinsik. Di dalam novel juga terdapat bab-bab juga sub bab yang masing-masingnya memiliki judul yang berbeda sesuai dengan kisah yang dibangun dalam sebuah novel. Sedangkan orang yang menulis novel disebut sebagai seoang novelis.

Novel sendiri berasal dari kata Novella yang memiliki arti "cerita" atau "kisah". Sejarah mencatatkan bahwa Yunani dan Romawi klasik menjadi menjadi awal dari sejarah novel. Interikasi manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungannya pada masanya digambarkan atau diceritakan pada sebuah novel. Novel juga menjadi salah satu sastra yang paling diminati di dunia. Tidak sedikit cerita pada karya sastra novel dijadikan sebagai gambaran kehidupan suatu daerah.

Seperti yang dibahas pada bab pertama bahwa pada sastra novel memiliki unsur interinsik dan unsur eksterinsik, berikut adalah unsur-unsur yang terdapat pada novel.

Unsur Novel

Unsur Interinsik

Tema

Tema adalah hal pertama dan juga menjadi salah satu bagian yang penting ketika hendak membuat sebuah sastra novel. Dengan tema, seorang penulis bisa dengan mudah atau memahami kemana ceritanya akan dibuat atau seperti apa langkah langkah kedepannya.

Tokoh

Tokoh adalah pemeran yang diceritakan pada sebuah sastra. Dalam karya sastra semua hal dapat dijadikan sebuah tokoh dalam cerita tidak hanya makhluk hidup makhluk tak hidup pun bisa dijadikan sebuah tokoh.

Alur

Rangkaian-rangkaian cerita yang dibangun sehingga membentuk jalan cerita desbut alur. Alur adalah salah satu unsur yang membuat sebuah cerita menjadi menarik selain beberapa hal lainnya. Sebuah cerita yang baik haruslah memiliki alur cerita yang tidak monoton dan juga mudah ditebak oleh pembaca.

Gaya Bahasa

Gaya bahasa juga berhubungan dengan tokoh atau penokohan, karena dalam gaya bahasa nantinya akan menggambarkan sebuah cerita dengan menokohkan benda-benda mati yaitu dengan memberikan sifat-sifat manusia. Gaya bahasa yang penulis maksud adalah gaya bahasa personifikasi. Selain gaya bahasa personifikasi juga terdapat gaya bahasa lain yaitu Simile (Permupamaan) dan gaya bahasa hiperbola.

Latar atau seting

Penggambaran sebuah cerita atau sebuah peristiwa bisa disebut dengan latar, latar juga berhubungan dengan alur atau bisa dikatakan latar itu mengikuti alur. Latar sendiri meliputi waktu, tempat dan suasana.

Sudut Pandang

Penempatan diri seorang penulis dalam membuat cerita serta bagaimana pembaca melihat sebuah cerita yang digambarkan dalam tokoh-tokoh bisa disebut denga sudut pandang. Dalam Sastra hanya terdapat dua sudut pandang, yaitu:

  • Sudut Pandang Orang pertama

Merupakan sudut pandang yang menceritakan tokoh yang menjadi tokoh utama yang diceritakan dalam sebuat cerita. Pada sudut pandang ini dapat dikenali dengan melihat kata ganti tokoh pertama sebagai "Aku", "Saya".

  • Sudut pandang orang ketiga

Dalam sudut pandang ini tokoh utama dijelaskan sebai orang yang menceritakan tokoh lainnya, dengan kata lain penulis menempatkan dirinya sebagai orang yang menceritakan para tokoh.

Amanat

Amanat adalah maksud yang diinginkan oleh penulis untuk diketahui oleh pembaca yang disampaikan pada seluruh rangkaian cerita dalam novel

Unsur Eksterinsik
Selanjutnya adalah unsur ekseterinsik, yaitu:
-Biografi Pengarang dan Sejarah
-Situasi dan Kondisi
-Nilai dalam cerita

Pengertian Menulis, Tahapan Menulis, dan Manfaat Menulis

Pengertian Menulis

Menulis adalah sebuah kata yang diimbuhi oleh sebuah awalan. awalan yang dimaksud tentunya adala awalan "me-" sehingga kata "tulis" menjadi sebuah kata kerja ketika diberi awalan. KBBI memberikan arti tulisan sebagai:

KBBI:

Tu-lis v, ber-tu-lis v ada huruf (angka dsb) yang dibuat (digurat dsb) dengan pena (pensil, cat, dsb; bersurat (yang sudah disetujui); yang ada tulisannya: piagam yang berupa tembaga;
Sedangkan secara istilah menulis memiliki arti pengungkapan suatu gagasan, pengetahuan dengan menggunakan lambing-lambang, aksara yang diperuntukan agar orang yang membacanya dapat memahami lambing-lambang, aksara tersebut ketika dituangkan kedalam sebuah media.

Menulis juga bisa dikatakan sebuah rangkaian kegiatan yang kompleks dan juga merupakan sebuah keterampilan yang melibatkan kemampuan motorik  dikarenakan kegiatan ini mecakup gerakan lengan, jari, serta yang tidak kalah penting yaitu otak.

mengkomunikasikan ide atau gagasan kepada orang lain tentu saja mungkin terhadap orang lain, sehingga keberhasalin seseorang dalam menulis bisa diukur ketika orang yang membaca bisa mengerti rangkaian kata yang dimuat dalam gagasan ketika tertuang dalam suatu media.

Sejalan dengan itu, Suparno dan Yunus juga memberikan pengertian terhadap menulis. Mereka memberi pengertian kepada "menulis" sebagai suatu aktivitas menyampaikan sebuah pesan dengan menggunakan media tulisan.

Suyitno (1993:150)

juga menambahkan pengertian dari menulis. suyitno memberikan pengertian menulis sebagai kemampuan mengungkapkan ide, pikiran, pengetahuan dan ilmu serta pengalaman hidupnya yang kesemua itu dibuat dalam bahasa tulis yang jelas, runtut, ekspresif, enak dibaca serta mudah dipahami orang lain

Tahap Mengenal Tulisan

Selanjutnya juga terdapa beberapa tahapan yang terjadi ketika seseorang baru mengenal tulisan.

  • Scribble Stage
    1. Pada tahap yang pertama ini, seseorang akan membuat pola-pola atau coretan dengan menggunakan alat tulis yangmana pola atau coretannya belum memiliki makna yang dikenali.

  • Linear Repetitive Stage
    1. Pada tahap ini seseorang cenderung lebih mengenali barisan baik itu horizontal maupun vertikal yang ada pada medianya. Pada tahap ini juga seseorang akan mengenali pengelompokan-pengelompokan aksaranya sesuai dengan medianya. contoh: kata yang panjang akan ditempatkan kepada barisan kata yang panjang daripada ditempatkan pada barisan yang pendek.

  • Random Letter Stage
    1. Tahap selanjutnya seseorang seseorang sudah dapat menuliskan bentuk coretan yang merupakan rangkaian huruf-huruf serta dapat merangkainya secara acak dengan maksud memberikan susunan terhadap kata tertentu.

  • Letter name writing
    1. Selanjutnya pada tahapan ini seseorang akan paham dengan huruf serta dengan bunyinya. satu atau beberapa huruf akan dituliskan sebagai lambang suatu kata. seperti menulis kur sebagai lambang dari kursi.

  • Transitional spelling
    1. Pada tahap ini seseorang sudah mulai paham dengan ejaan, seseorang cenderung menuliskan sesuai dengan bunyinya seperti menuliskan kata "taad" dengan maksud hendak menulis "taat", itu dikarenakan bunyinya yang hampir sama

  • Conventional spelling
    1. Pada tahap terakhi seseorang telah dapat menulis menggunakan bentuk atau simbol yang digunakan untuk mengekspresikan atau memberi makna terhadap sesuati yang ingin ia sampaikan.

    Manfaat Menulis

    Terdapat manfaat yang didapatkan melalui kegiatan menulis oleh penulis itu sendiri.
    1. Menulis itu merupakan sebuah aktivitas pengungkapan rasa, kreasi dan lain sebagaianya yang bersumber dari dalam diri sehingga orang yang menulis akan lebih dapat mengenali dirinya yang berkaitan dengan topik yang dibahas pada tulisannya.
    2. Menulis juga dapat menjadi aktivitas dalam upaya pengembangan berbagai gagasan yang dituangkan dalam tulisan.
    3. Selanjutnya menulis dapat memberikan gaya penulisan atau ciri khas penulis terhadap berbagai tulisannya yang telah dibuat maupun yang akan dibuat.
    4. Menulis akan memberikan upaya peningkatan kemampuan dalam pengaturan dan pengorganisasian 

     

    Copyright @ 2013 101artikel.