Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Tokoh Dibalik Gerakan Mencuci Tangan

gambar Ignaz Semmelweis
Beberapa bulan kebelakang khalayak publik dihebohkan dengan pandemi Corona Virus Disease 19 atau lebih akrab dikenal dengan COVID-19. Berbaga upaya telah banyak dilakukan baik oleh pemerintah maupun inisiatif dari masyarakat. Mulai dari pola interaksi dengan pembatasan jarak (Sosial Distancing) hingga kepada yang paling ekstrim yaitu isolasi. Di Malaysia saja contohnya, berdasarkan informasi yang kami dapatkan Negara tetangga yang berbatasan langsung dengan Indonesia ini melarang warganya untuk keluar rumah dan akan memberikan sangsi yang tegas kepada warganya yang membandel untul tetap keluar rumah, tak nangung-nanggung pemerintah Malaysia akan memberikan sangsi denda kepada warganya yang tetap keluar rumah.

Dibalik pandemi COVID-19 ini sempat viral video gerakan mencuci tangan. Video tersebut dibuat oleh para pengguna aplikasi berbagi video TikTok yang lagi viral. Pada video gerakan mencuci tangan tersebut terlihat para aktor melakukan gerakan membersihkan tangan.

Namun dibalik semua gerakan itu, sedikit dari kita memgetahui asal mula gerakan itu serta siapa yang membuat gerakan yang sedemikian rupa itu.

Dr Ignaz Semmelweis adalah orang di balik gerakan tersebut. Pentingnya tangan yang bersih didemonstrasikan oleh dia. Bahkan ia ditunjuk untuk menjadi kepala residen disebuah klinik bersalin, ia juga mewajibkan seliruh dokter untuk mendisfeksikan menggunakan larutan kapur diklorinasi.


Inisiativ gerakan itu bukanlah tanpa alasan, berdasarkan penelitian yang dilalukan Dr Ignaz Semmelweis beli menyimpulkan virus terbawa oleh dokter dokter yang menangani penyakit kepada ibu-ibu yang melahirkan diklinik bersalin.

Sehingga yang pada awalnya angka kematian 18.27 turun menjadi 1.27 persen. Lalu pada maret dan agustus 1848 angka kematian terhadap ibu melahirkan menjadi nol persen.

5 VIRUS MEMATIKAN dalam Sejarah

Virus
Gambar Ilsutrasi Virus

1.  HIV 

Human Immunodefiency Virus adalah sebuah virus dari ditemukannya pertama kali hingga saat ini belum ditemukan obatnya. Pada virus ini objek yang diserang adalah sistem kekebalan tubuh, sehingga akan berakibat panjang terhadap kesehatan, badan akan rentan terhadap penyakit pada umumnya dan virus ini akan semakin menggerogoti tubuh.
Beberapa sumber menyatakan orang yang terpapar virus ini dapat bertahan hingga 300 bulan .Indonesia sendiri merupakan negara dengan peringkat ketiga negara dengan penderita HIV terbanyak yaitu sebanyak 640.000 orang.

2. SARS 

Penyakit yang disebabkan oleh virus SARS ini muncul pertama kali pada November 2002 di sebuah daerah di Negara TAiongkok yaitu Guangdong.  Virus ini dengan cepat menyebar dengan sangat cepat melintasi negara-negara tetangga dari tiongkok seperti  Hongkong dan Vietnam . 10  persen dari seluruh penderita dinyatakan meninggal dunia. Dalam wabah ini 8.067 kasus, 776 orang dinyatakan meninggal dunia.

3. Pandemik Flu H1N1

Pandemik virus ini menyebabkan lebih dari 17.000 kematian terhitung sejak tahun 2009 hingga awal tahun 2010. Selanjutnya virus ini memaksa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)  sebagai sebuh pandemik global yang menyerang negara-negara dunia. Virus ini sendiri lebih dikenal pada khalayak ramai sebagi flu babi dikarenakan perantaranya dari babi. Namun kiprah virus ini diakhiri pada 10 agustus 2010 dan WHO sendiri bahwa virus ini telah berkahir. 

4. Ebola

Virus ini dibawa oleh virus ebola yang dengan rentang masa inkubasi setelah terkena virus selama dua hingga dua puluh satu hari. Gejala-gejala terkena virus ini diantaranya adalah nyeri di bagian otot, sakit pada tenggorokan, sakit di kepala serta disertai demam dengan gejala terparah yaitu pendarahan yang dialami oleh si penderita.
Tak berbeda jauh dengan Covid 19 penularan virus ini adalah dengan cairan tubuh dan darah monyet dan kelelawar. Afrika Barat  merupakan negara yang terkena dampak terparah oleh virus ini. 

5. Virus Zika

Virus ini tersebar pada siang hari oleh perantara nyamuk Aedes seperti Aedes aegypti dan Aedes Albopictus. Penamaan virus ini diambil dari sebuah hutan yang berada di Uganda yakni Hutan zika. Terdapat beberapa penyakit yakni yang paling terkenal Demam berdarah. 
Terhitung sejak dari tahun 2007 hingga 2016 virus ini melai dinyatakan sebagai Emergency Global. Para pakar memperkirakan bahwa virus ini dapat menginfeksi tiga jutaan orang dalam kurun waktu satu tahun. Tak sampai disana, virus ini dapat  menyebabkan cacat lahir bagi yang terkena, dan lebih dari 85 negara mengkonfirmasi infeksi zika.

Rasionalisasi Kabinet : Keuntungan Hatta juga FDR



Keluarnya penetapan presiden no.9, 27 Februari 1948 menandai dilaksanakan perbaikan kelembagaan yang disebut dengan rasionalisasi. 

Reoraganisasi dalam rangka rasionalisasi dilakukan pada kementrian pretahanan maupun pada Markas Besar Angkatan Perang. Ditetapkannya Komodor surjadarma dan Kolonel simatupang menjadi pimpinan Staf Umum Angkatan Perang dan di angkatnya Jendral Sudirman sebagai panglima besar Angkatan Perang Mobil dan Jendral Mayor Nasution sebagai wakilnya adalah tindakan awal program tersebut.

Dikeluarkannya Penetapan Presiden No.14 yakni 4 mei 1948 maka terbentuklah dua komando dalam ketentaraan indonesia dan mulai diberlakukan sebelas hari setelah dikeluarkannya Penetapan Presiden pada tanggal 15 Mei 1948. Diu Komando yang diamanatkan oleh Penpres yaitu Komando Sumatera dan Komando Jawa, tidak hanya pembentukan dua komando dalam ketentaraan Indonesia melaikan juga diterapkannya pengaturan kembali perihal kepangkatan.

Dahulunya sistem ketentaraan di indonedia tidak menggunakan sistem komando melainkan menggunakan sistem-sistem yang mudah dipecah-pecah oleh politik. banyaknya opsir-opsir yang pro kepda Front Demokrasi Rakyat- salah satu organisasi sayap kiri pada masa itu- diletakkan pada jabatan-jabatan penting dalam pimpinan ketentaraan. Dikarenakan tidaknya diterapkan sistem komando dalam ketentaraan indonesia, 35% tentara berada dalam pengaruh Front Demokrasi Rakyat.

Tingginya partisipasi masyarakat untuk memerdekakan Indonesia dan mempertahankan kedaulatan Negara pasca proklamasi kemerdekaan mengakibatkan banyaknya laskar-laskar bersenjata terbentuk. Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia adalah satu di antara banyaknya laskar-laskar ketentaraan di Indonesia, dipimpin oleh Bung Tomo dan bergerak di kota solo. Rasionalisasi terhadap laskar Bung Tomo ini menjadikan tantangan awal program dari kabinet,pentebutan tantangan awal dikarenakan laskar ini menolak di rasionalisasikan. Program rasionalisasi kabinet akan gagal apabila gagal dalam merasionalisasi laskar Pemberontakan Rakyat Indonesia.

Dengan diturunannya detasemen tentara paling berdisiplin dan dihormati- tentara pelajar- dibantu dengan satuan-satuan polisi pada 27 Maret 1948 akhirnya berhasil melucuti Laskar Pemberontakan Rakyat Indonesia yang dipimin oleh Bung Tomo. Selama dua hari Pertempuran pengepungan barak-barak yang berada di solo dan dengan mengenakan pakai serbai putih sebagai lambang kesucian.

Selanjutnya adalah laskar yang dipimpin oleh Letkol Marjudi, selain tidak diterapkannya sistem komando laskar yang dipimpin oleh letkol Marjudi ini juga kerap melakutan tindakan sewenang-wenang. Pada akhirnya laskar-laskar yang mencemari nama baik tentara - salah satunya laskar yang dipimpin oleh lektok marjudi- ditumpas, Marjudi dihukum mati oleh Mayor Selamed Riyadi.

Setelah berhasil dengan laskar-laskar sebelumnya, laskar-laskar yang lebih kecil menyusul mengikuti reorganisasi sistem ketentaraan di Indonesia dan patuh kepada program rasionalisasi dan reorganisasi tentara oleh kabinet hatta.

Tidak hanya laskar-laskar ketentaraan yang berada di luar keorganisasian formal tentara, semua laskar formal dan besar seperti divisi IV yang minim pengaruh FDR juga mengalami rasionalisasi dan reorganisasi kabinet Hatta. Program tersebut oleh kabinet hatta bertujuan untuk mengalihkan tenaga-tenaga produktif di sektor pertahanan ke sektor-sektor produksi. 

Terdapat beberapa kelompok yang menolak program rasionalisasi oleh kabinet hatta. anggapan bahwa program ini akan memperlemah Republik Indonesia secara tegas disampaikan oleh kelompok pertama. Kelompok kedua menganggap bahwa mereka sudah tidak lagi diperlukan oleh negara, dikembalikannya mereka ke desa dan bekerja sebagai petani adalah perbuatan yang hina. Menjadi seorang tentara merupakan panggilan jiwa dan puncak dari pengabdian paling gagah dan berbakti kepada negara. Golong kedua ini adalah golong yang paling dikecewakan oleh program rasionalisasi. Golongan ketiga adalah golongan yang paling di untungkan dalam pelaksanaan rasionalisasi.

Sebagai dampak dari kekecawaan terhadap pelaksaam program rasionalisasi oleh kabinet, golong pertama dan kedua mulai menghambakan diri mereka kepada organisasi FDR yang secara terang-terangan menolak program tersebut. Perasaan kedua golongan ini dengan mudah dipermainkan oleh FDR, bahasa tentang "habis manis sepah dibuang" selalu di dengungkan kepada golongan itu. Tidak hanya itu saja, bahasa penyerahan Indonesia kepada Belanda juga ikut didengungkan oleh FDR.

Fakta Penting Dalam Sejarah Ketentaraan Indonesia


Dengan dikeluarkannya Penetapan Presiden No.14 yakni 4 mei 1948 maka terbentuklah dua komando dalam ketentaraan indonesia dan mulai diberlakukan sebelas hari setelah dikeluarkannya Penetapan Presiden pada tanggal 15 Mei 1948. Dia Komando yang diamanatkan oleh Penpres yaitu Komando Sumatera dan Komando Jawa, tidak hanya pembentukan dua komando dalam ketentaraan Indonesia melaikan juga diterapkannya pengaturan kembali perihal kepangkatan.

Dahulunya sistem ketentaraan di indonedia tidak menggunakan sistem komando melainkan menggunakan sistem-sistem yang mudah dipecah-pecah oleh politik. banyaknya opsir-opsir yang pro kepda Front Demokrasi Rakyat- salah satu organisasi sayap kiri pada masa itu- diletakkan pada jabatan-jabatan penting dalam pimpinan ketentaraan. Dikarenakan tidaknya diterapkan sistem komando dalam ketentaraan indonesia, 35% tentara berada dalam pengaruh Front Demokrasi Rakyat.

Tingginya partisipasi masyarakat untuk memerdekakan Indonesia dan mempertahankan kedaulatan Negara pasca proklamasi kemerdekaan mengakibatkan banyaknya laskar-laskar bersenjata terbentuk. Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia adalah satu di antara banyaknya laskar-laskar ketentaraan di Indonesia, dipimpin oleh Bung Tomo dan bergerak di kota solo.

Selanjutnya adalah laskar yang dipimpin oleh Letkol Marjudi, selain tidak diterapkannya sistem komando laskar yang dipimpin oleh letkol Marjudi ini juga kerap melakutan tindakan sewenang-wenang. Pada akhirnya laskar-laskar yang mencemari nama baik tentara - salah satunya laskar yang dipimpin oleh lektok marjudi- ditumpas, Marjudi dihukum mati oleh Mayor Selamed Riyadi.

Setelah berhasil dengan laskar-laskar sebelumnya, laskar-laskar yang lebih kecil menyusul mengikuti reorganisasi sistem ketentaraan di Indonesia

 

Copyright @ 2013 101artikel.