Beberapa waktu yang lalu disebuah media hiburan pada laman facebook sempat memposting sebuah gambar. Postingan gambar tersebut memperlihatkan sebuah bungkus plastik kemasan makanan siap saji dari sebuah perusahaan raksasa yang sudah malang melintang di Indonesia.
Pada bungkus plastik kemasan tersebut terlihat tulisan " 55 tahun dirgahayu indonesiaku". artinya bungkus plastik itu sudah ada ketika Negara Republik Indonesia berulang tahun ke-55 tahun
Pada postingan admin kali ini akan mengulas hal-hal dalam postingan foto tersebut. Tidak hanya membahas kemasan plastiknya, konsumennya bahkan saya juga akan mengulas produsen makanan siap saji ini. Tapi dalam postingan saya kali ini akan membahas lebih banyak mengenai kemasan plastiknya.
Dalam postingan salah satu media hiburan di laman facebook itu bukanlah hal yang baru didengar ataupun dilihat bagi imaginer (sebutan bagi para pembaca blog ini :v ). Terlebih lagi bagi sobat-sobat imaginer yang tinggalnya di kost-kostan, karena pada setiap akhir bulan imaginer yang ngekost bakalan mencari benda ini.
Yaappp bener, jawabanya adalah mie instan. mie instan adalah salah satu dari berbagai makanan yang sangat mudah di nikmati, sobat imaginer tinggal masak air panas, buka kemasannya dan tuangkan dalam wadah, masukkan bumbu-bumbunya setelah itu kalau airnya sudah panas tinggal sobat imaginer masukkan kedalam wadah yang sudah di isi dengan mie instan. ehhh kok jadi kayak artikel tutorial masak mie ya? hahaha.
Ok kita kembali ke topik permasalahan kita tadi. sama sama kita ketahui butuh waktu yang lama bagi alam untuk menguraika sampah plastik, bahkan lebih lama dari berusaha untuk ngelupain mantan hehehe.
Bumi membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk menguraikan satu sampah pelastik. tentulah waktu puluhan hingga ratusan tahun ini bukanlah waktu yang singkat. Perlu sobat imaginer tahu bahwa kebanyakan plastik-plastik itu dibuat dari minyak bumi yang dipanaskan, Suhu panas itulah yang nantinya akan mengubah molekul-molekul minyak tersebut menjadi polimer termo plastik.
Namun terdapat fakta yang lebih membuat sobat imaginer tercengang, yakni Sebenarnya alam tidak pernah membuat hal semacam proses yang sudah dijelaskan di atas sehingga tidak ada organisme dimuka bumi yang dipersiapkan untuk menangani masalah plastik ini kata Kenneth Petters dari Standford University
Wah kalau begitu yang disampaikan oleh om Kenneth artinya adalah sebuah kesia-siaan jika mengharapkan alam untuk mengatasi masalah sampah plastik ini. Jadi sebenarnya siapa orang yang paling bertanggung jawab untuk mengatasi masalah plastik ini???
Jawabannya sudah ada pada pendapat Om Kenneth tadi, "Alam tidak pernah membuat hal semacam proses di atas sehingga alam tidak dipersiapkan untuk mengatasinya", jadi jawabannya adalah sampah plastik haruslah menjadi tanggung jawab pembuatnya (yang dengan proses kimiawi bla bla bla bla). Alama tidak dapat mengatasinya karena bukan alam yang membuatnya.
Ditambah lagi dengan banyaknya makanan-makanan yang menggunakan kemasan plastik. jadi yang bertannggung jawab mengatasinya adalah pembuat plastik dan orang-orang yang mengkonsumsi makanan berkemasan plastik.
sebenarnya seberapa besarkah tanggung jawab produsen terhadap produk- produk plastik yang sudah dipasarkannya. karena sama sama sobat imaginer kethui bahwa terdapat gerakan masih yang dilakukan oleh produsen untuk memproduksi kemasan-kemasan plastik. Seharusnya perusahaan-perusahaan itu mencari solusi-solusi guna menghilangkan penggunaan plastik, atau setidaknya menguranginya.
#sampahplastiktanggungjawabprodusen
#sampahplastiktanggungjawabkonsumen
#sampahplastiktanggungjawabanakkost

0 komentar:
Posting Komentar