(Image by BBC)
Pada waktu dekat ini kita sering mendengar informasi terkait persekusi yang dilakukan oleh Sekjen PA 212. Dalam berita tersebut menginfokan bahwasanya telah terjadi perlakuan persekusi terhadap Ninoy karundeng.
Pendukung setia salah satu paslon presiden dan wakil presiden 2019 tersebut memgatakan bahwa dirinya dipersekusi dan di sekap oleh Bernard.
Berbeda halnya dengan pengakuan Sekretaris Umum PA 212 tersebut, dalam penuturannya bahwasnya beliau mengamankan Ninoy Karundeng dari amukan masa dengan memintanya untuk masuk ke dalam mesjid.
Dari pernyataan kedua belah pihak terdapat perbedaan yang sangat tampak. Sebenarnya apa yang telah terjadi, dan apakah Nenoy telah berkata berbohong ataukah seorang Bernanard mengatakan hal yang tidak sesuai dengan kenyataannya.
Polisi telah mengamankan beberapa orang yang diduga terkait dengan kasus persekusi yang telah terjadi. Bernard termasuk di antara orang-orang yang sudah diamankan kepolisian.
Polisi juga menyita bukti rekaman CCTV yang terpasang di depan mesjid tempat kejadian berlangsung.
Berita mengenai Ninoy karundeng begitu cepat menyita perhatian media masa. Tidak lain dikarenakan Ninoy begitu aktif bermedia sosial dalam mendukung salah satu pasangan calon presiden ketika pemilihan presiden april 2019 yang lalu.
Ntah karena kebetulan atau semuanya adalah seakan bagian dari "rencana" pada kasus ini. Bernard sendiri adalah bagian dari pimpinan PA 212 yang pada pilpres 2019 adalah pendukung pasangan calon presiden yang berlawanan dengan pasangan calon presiden yang di dukung oleh Ninoy.
Sehingga netizen bisa saja mengait-ngaitkan kasus ini dengan event pilpres beberapa waktu yang lalu. Begitu kuatnya perselisihan antara masing-masing pendukung calon presiden dan wakil presiden 2019 yang lalu.

0 komentar:
Posting Komentar